website stats SEBAB - SEBAB SESEORANG MEMILIKI "WAIFU" - Anidesu

SEBAB – SEBAB SESEORANG MEMILIKI “WAIFU”

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Waifu (kata serapan dari Bahasa Inggris, “wife“) adalah istilah populer di kalangan penggemar sub-budaya Jepang. Istilah tersebut merujuk kepada karakter anime/manga/video game perempuan yang dijadikan sebagai favorit seseorang.

Dalam tingkat tertentu, layaknya istri sungguhan, seseorang mengabdikan diri kepada waifu mereka. Pengabdian tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari sekadar membaca/menonton/memainkan manga/anime/video game di mana karakter tersebut muncul hingga mengoleksi pernak-pernik karakter (poster, figure, dakimakura, dll.).

Dalam tingkat ekstrem, seseorang akan melakukan hal-hal yang bisa dibilang “mengerikan” kepada Waifu mereka; oleh karena itu, lebih baik tidak dijelaskan di sini.

Mungkin memiliki Waifu adalah hal aneh bagi masyarakat umum. Namun, apa sebenarnya sebab-sebab yang membuat orang-orang memiliki Waifu? Wibu Berkualitas berusaha memahami dan menjawab pertanyaan serius ini

 

DESAIN KARAKTER

Hasil gambar untuk desain karakter anime

Jika kalian tetap jatuh cinta saat melihat desain awal waifu, berarti cinta kalian tulus

Dalam berbagai media, terkadang desain menjadi nilai jual utama. Desain suatu anime/manga/video game pun menjadi nilai jual yang pertama kali dilihat oleh seseorang.

Dari segi desain, kemungkinan besar seseorang memilih suatu karakter sebagai waifu-nya karena dia menyukai desain karakter tersebut. Biasanya, kaum lelaki melihat fisik bagian tertentu yang menonjol seperti rambut, mata, hingga oppai.

Memilih waifu dengan desain yang enak dipandang tentu menjadi keindahan tersendiri. Dengan demikian, mengumpulkan pernak-pernik yang berhubungan dengan karakter tersebut pun menjadi lebih menyenangkan, bukan?

 

SIFAT KARAKTER

Hasil gambar untuk SIFAT KARAKTER ANIME WANITA

Waifu cantik sudah biasa. Waifu cantik dan kuat? Luar biasa

Terkadang, sifat seseorang lebih penting dari sekadar tampilan. Tak jarang, seseorang memilih waifu karena menyukai sifatnya.

Sebagai contoh, X-kun (nama samaran) memilih karakter Erza Scarlet (Fairy Tail) sebagai waifunya; X-kun mengakui bahwa selain karena rambut merah dan tubuh yang “indah”, dia memilih Erza karena memiliki sifat pemberani, kuat, namun tetap setia kawan dan baik hati. X-kun pun mengakui dengan memilih waifu yang memiliki sifat baik, dia pun berusaha untuk meniru sifat tersebut.

Hal ini sangat cocok dengan slogan feminist yang sangat terkenal, “Behind every great man there’s a great waifu“.

 

KEPOPULERAN

Gambar terkait

Asuna adalah salah satu contoh karakter yang “hancur” karena terlalu populer

Layaknya fashion, seseorang pun tak jarang menjadi korban mode dalam memilih waifu. Jika kita melihat beberapa tahun ke belakang, Asuna Yuki mendadak menjadi populer setelah penayangan anime Sword Art Online. Bak kacang goreng, banyak orang-orang yang segera memilih Asuna sebagai waifunya.

Ironisnya, orang yang jadi korban mode tersebut baru mengenal Asuna dari anime, bahkan tak tahu bahwa Sword Art Online awalnya merupakan sebuah light novel. Tak jarang, orang yang menjadi korban mode akan cepat melupakan waifunya dan pindah ke waifu lain yang sedang populer. Karakter yang populer tersebut pun kelak menjadi cemoohan karena “terlalu mainstream“.

Terbukti, kelakukan para korban mode ini merusak nama baik suatu karakter yang mendadak populer tersebut.

 

KENANGAN PRIBADI

Walaupun jail, Seo Yuzuki memiliki tempat istimewa di hati Y-kun

Walaupun waifu pada hakikatnya adalah suatu hal yang abstrak, namun waifu pun memiliki nilai emosional. Sadar atau tidak, ketika seseorang memilih waifu, dia akan memilih karakter yang memiliki persamaan dengan orang yang dikasihi-nya.

Misalnya, saat Y-kun (nama samaran) memilih Seo Yuzuki (Gekkan Shoujo Nozaki-kun) sebagai waifunya, dia baru saja ditinggal oleh kekasihnya yang meninggal dunia karena sakit. Y-kun mengakui bahwa Yuzuki membantunya dalam menyimpan kenangan sang kekasih yang telah tiada. Yuzuki pun mengingatkan Y-kun dengan kekasihnya yang sama-sama memiliki sifat jail, tomboy, dan pandai menyanyi.

 

PELARIAN DARI KENYATAAN

Gambar terkait

Sesekali melupakan diri dari kejenuhan adalah hal wajar. Namun, jangan pernah lari dari kenyataan

Manusia adalah makhluk yang rapuh. Manusia tak bisa menahan semua beban yang dideritanya. Manusia suatu saat akan jatuh, bahkan terjebak di dalamnya.

Sebagai manusia, tentu kita pernah merasakan pahitnya kehidupan. Pahit tersebut kita rasakan saat ditolak cinta, lelah dengan beban pekerjaan, prestasi sekolah menurun, atau saat bertengkar dengan keluarga. Pada saat mencapai titik rendah, siapa yang dapat menghibur kita? Tentu saja waifu tercinta. Dengan berpaling sejenak dari kenyataan kepada waifu tercinta, semua aura negatif kita akan hilang.

Namun, jangan terlalu sering lari dari kenyataan; ingat kata penyihir Dumbledore, “It does not do to dwell on waifu and forget to live, remember that“.

 

NAFSU BEJAD

Gambar terkait

Walaupun terlihat imut dan feminin, Bridget adalah seorang lelaki tulen

Mari kita jujur pada diri sendiri, kita semua adalah makluk penuh nafsu, tak terkecuali kepada waifu kita. Pernahkah kalian merasa tergoda dengan wanita lain padahal kalian sudah memiliki waifu? tentu saja.

Karena nafsu sesaat, kita membeli action figure karakter perempuan lain yang bahkan tidak kita kenal. Karena nafsu sesaat, kita mempeli oppai mousepad yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Lebih parah lagi, karena nafsu sesaat, laki-laki imut seperti Bridget (Guilty Gear) pun jadi pelampiasan.

Nafsu oh nafsu, musuh besar para lelaki.

 

KEINGINAN UNTUK MELINDUNGI

Gambar terkait

Laki-laki mana yang tak ingin melindungi senyuman ini?

Walaupun dunia telah berubah, laki-laki tetap memiliki tugas utama, melindungi wanita.

Sekarang, bayangkan kalian melihat sesosok wanita cantik dan baik hati; apa yang ingin kalian jaga? Tentu saja, senyumannya. Kita rela membuat waifu kesayangan tersenyum, walaupun itu berarti merelakannya bersama orang lain.

 

TAKDIR

Hasil gambar untuk kimi no nawa wallpaper

Ichihara Yuuko pernah berkata, “There is no such thing as coincidences in choosing waifu. There is only the inevitable”

Sejak dahulu kala, para filsuf berusaha mencari jawaban atas semua pertanyaan yang muncul. Ketika mereka tak menemukan jawaban yang dicari, mereka menganggap semuanya adalah takdir.

Dalam hal memiliki waifu, kita semua dapat menganggap hal tersebut adalah takdir. Kita tidak memilih waifu, waifu-lah yang memilih kita. Kita adalah orang-orang yang terpilih.

Itulah hasil dari pencarian jawaban atas pertanyaan “Sebab-sebab Seseorang Memiliki Waifu?”.

Walaupun dunia memandang kita aneh karena memiliki waifu, sebenarnya mereka hanya salah paham; mereka tidak mengetahui apa yang ada di dalam hati kita.

Siapapun waifu pilihan kalian, jadikanlah sebagai penyemangat dalam kehidupan.

Keep loving your waifu!

Share.

About Author