website stats [Review] Manga Yakusoku no Neverland - Anidesu

[Review] Manga Yakusoku no Neverland

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +
Bola Tangkas
Baiklah, mimin bakal ngereview tentang manga [Yakusoku no Neverland] atau sering juga disebut [The Promised Neverland]. Manga ini diciptakan oleh Kaiu Shirai dan diilustrasikan oleh Posuka Demizu. Menurut mimin, manga ini keren banget! Baru aja chapter 1, udah ada aja yang menegangkan. Gimana ceritanya? Yuk simak di bawah ini! Ah, tapi sebelum itu, ada kabar baik nih guys. Manga Yakusoku no Neverland dapet adaptasi anime! Info selanjutnya masih belum jelas, semoga aja kita ga di-php-in ya guys :”v

Oke, mari mulai…

WARNING! SPOILER EVERYWHERE!

Manga ini berfokus pada anak-anak yang ada di panti asuhan Grace Field. Anak-anak di sana hanya boleh menetap sampe umur 12 tahun. Jadi sebelum umur mereka mencapai 12 tahun, mereka harus sudah mendapatkan orang tua angkat dan keluar dari panti asuhan Grace Field.
Kegiatan mereka selalu rutin setiap hari, mulai dari membersihkan tempat tidur, makan, ujian, dan bermain. Nah, ujian ini memiliki 100 soal. Tetapi hanya yang dapet nilai sempurna aja yang dikasih tau hasilnya, yaitu dengan skor 300. Siapa aja mereka? Mereka adalah Norman, Ray, dan Emma. Dari dulu mereka selalu mendapatkan nilai 300, jadi anak-anak yang lain udah ga heran lagi, sesulit apapaun soalnya. Btw, mereka bertiga udah 11 tahun, dan ada 2 orang anak lagi yang seumuran ama mereka, yaitu Don dan Gilda.
Sambil baca, mimin nemu keganjilan, kenapa anak-anak di sana punya nomor di leher mereka? Mimin jadi ingat hewan ternak, bener kan? Hewan ternak terkadang punya nomor di tubuh mereka. Tapi mimin positive thinking aja, mungkin ada maksud lain, jadi mimin terusin baca dan ngikutin alur. Yang kedua, kenapa mereka selalu ujian setiap hari? Katanya pengganti pendidikan formal di sekolah, tapi kenapa hanya yang nilai sempurna aja yang dikasih tau? Kenapa hanya sampe umur 12 tahun boleh netap di panti asuhan?
Oke, balik lagi. Jadi, suatu hari, anak yang bernama Conny bakal keluar dari panti, dia udah dapet orang tua angkat yang mau ngadopsi dia. Tentu saja sepanti asuhan itu jadi bahagia, dan juga sedih karena bakal berpisah dengan dia. Setiap anak yang udah dapet orang tua angkat, selalu pergi dengan pakaian bagus dengan satu buah koper. Anak-anak cuma bisa anterin sampe pintu panti asuhan, jadi yang nganterin sampe gerbangnya yaitu pengasuhnya, pengasuh ini dipanggil “mama”.
Tapi, boneka kesayangan Conny ketinggalan, jadi Emma dan Norman berniat ngaterin ke gerbang, Conny dan mama belum lama pergi, jadi seharusnya sempat. Mereka pun bergegas ke sana, tapi yang ada di sana tidak sesuai dengan dugaan. Ingat, mimin udah kasih peringatan loh, ini spoiler. Yang ga suka dan ga kuat spoiler mending stop aja. Jadi, ternyata yang Emma dan Norman temukan di sana bukan Conny dan orang tua angkatnya. Malahan sosok iblis yang sedang berbincang-bincang dengan mama, sedangkan Conny sudah mati tergeletak dengan jantung ditusuk dengan tangkai bunga. Kaget melihat hal itu, Emma dan Norman pun sembunyi di bawah mobil. Mereka ga percaya dengan apa yang mereka lihat. Parahnya, mereka hampir ketahuan oleh iblis itu kalo mereka sembunyi di bawah mobil, iblisnya punya penciuman kuat sih soalnya, untung mereka udah kabur duluan. Oh iya, bonekanya Conny ketinggalan di bawah mobil.
Setelah berhasil kabur, Emma nangis, ga kuat lihat Conny digituin, dia nangis dipelukan Norman. Mereka ga nyangka ternyata panti asuhan ini cuma kedok buat “perternakan”. Anak-anak di panti asuhan ternyata hanya ternak buat para iblis itu. Pantesan aja anak-anak di sana punya nomor di leher mereka. Satu pertanyaan mimin terjawab. Sejak itu mimin ga suka si mama ini. Dengan tampang tak berdosa, dia nipu anak-anak di sana. Siapa yang ga kesel coba? Oh iya, nama mama ini yaitu Isabella. Dan muncul satu lagi pertanyaan. Si mama ini juga manusia, kenapa dia ga dibunuh iblis juga? Apa jangan-jangan dia bekerja sama? Kalo iya, mimin jadi tambah ga suka ama dia.
Singkat cerita, ternyata masalah skor 300 itu bisa dibilang “menunda pengiriman” mereka. Semakin tinggi skor mereka, semakin lama pula mereka “dikirim”. Jadi bisa dibilang, yang skornya paling rendah bakal “dikirim” duluan, dan itulah ajal mereka. Satu lagi pertanyaan terjawab. Lalu, masalah umur 12 tahun, menurut para iblis itu, umur 12 tahun adalah umur yang paling lezat, otak mereka sangat lezat. Saking lezatnya, ternak itu hanya bisa dipesan oleh petinggi-petinggi aja. Apalagi kalo skor mereka 300, uuh, tambah legit katanya. Satu pertanyaan lagi terjawab.
Balik lagi nih, Norman, Emma, dan Ray udah nyusun rencana buat kabur bareng anak-anak lain, tapi mama sadar tentang itu, lalu mama melakukan tindakan pencegahan kepada Emma supaya rencana mereka gagal. Kaki Emma dipatahin ama mama, oleh karena itu mereka ga bisa kabur. Akhirnya jadwal “pengiriman” Norman pun datang. Kesal, sedih, marah, semua emosi bercampur karena ga bisa kabur dari panti asuhan dan nyelamatin Norman dari jadwal “pengirimannya”. Sebelum berpisah, Norman berbisik, berpesan untuk tetap melaksanakan rencana mereka, sesulit apapun itu. Namun Emma udah terlanjur depresi, dia down, dia hanya bisa nangis lagi di depan Norman. ~~~Tapi mimin percaya Norman ga bakal mati, soalnya dia dapet skor 300 loh! Jadi setidaknya dia jadi kayak peneliti atau apa gitu. Pokoknya dia ga mati, soalnya ada yang aneh dan mencurigakan saat Norman dibawa mama ke gerbang. Bagi yang tetep penasaran ama nasib Norman dan kebal ama spoiler boleh cek chapter 74 kok.
Nah, kembali ke laptop *eh, si mama berpikir dia udah berhasil mencegah pelarian anak-anak ini. Karena dia ga sudi para ternaknya kabur, dia udah susah payah merawat anak-anak ini untuk bertahan hidup. Ternyata, si mama juga dulunya juga ternak. Alasan kenapa dia bisa menjadi mama karena dulu nilainya juga sempurna, oleh karena itu dia direkomendasiin sama mamanya dulu buat jadi mama. Satu pertanyaan lagi terjawab.
Balik ke Emma, Emma terlihat hanya merenung, bersedih, di kasurnya, dengan tambah kakinya yang patah. Tapi, anak-anak yang lain selau mengunjugi Emma, selalu nyemangatin Emma, walau ga berhasil. Tapi semua itu hanya tipuan! Selama ia beristirahat di kasur, Emma memberi instruksi kepada anak-anak lainnya untuk latihan melarikan diri dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kabur! Sungguh cerdik! Bahkan mama tidak tahu hal ini! Tapi Emma hanya bisa membawa anak-anak yang berumur 5 tahun ke atas, oleh karena itu ia berjanji akan kembali lagi menjemput anak-anak yang tertinggal dalam waktu 2 tahun.
Tepat sebelum pengiriman Ray, Emma dan kawan-kawan menjalankan rencana mereka. Mereka sengaja membuat kebakaran palsu agar mama panik dan mereka bisa fokus dalam pelariannya. Tapi diujung pelarian, mama sadar bahwa ini perbuatan anak-anak yang akan kabur itu. Demi mencegah mama menghentikan pelarian ini, Ray berniat membakar dirinya sendiri, agar tak ada ternak kualitas tertinggi yang bisa dikirim, walaupun ada Emma sebagai penggantinya, Emma juga tidak bisa dikirim karena kakinya masih patah. Walaupun sebenarnya kaki Emma sudah dari dulu sembuh, dan mama tidak tahu hal ini.
Emma tau kalo Ray bakal ngorbanin dirinya sendiri, oleh karena itu Emma dan anak-anak lain bikin rencana antisipasi supaya Ray ga beneran mati. Mereka nyiapin bahan-bahan yang sekiranya bisa berbau seperti manusia yang terbakar hangus. Dan tentu saja, mama beneran tertipu, awalnya.
Emma dan kawan-kawan berhasil kabur. Mama ga bisa ngejar sampe luar dinding, oleh karena itu, para iblislah yang ngejar anak-anak itu. Di lain sisi, saat rumah mereka terbakar, dengan anak-anak di bawah umur 5 tahun, mengungsi di bawah pohon. Mama itu tersenyum, dia tersenyum. Dan mimin udah ga benci lagi ama dia. Kenapa? Ya karena dulunya dia juga “ternak”, dia juga tahu fakta sebenarnya, dia jadi mama karena ga ada pilihan lain, kalo dia ga mau jadi mama, dia bakal disantap. Dan satu lagi, Ray itu anaknya Isabella, si mama ini. Alasan dia tersenyum karena anak-anak itu berhasil kabur, padahal dia sendiri dulu tidak bisa kabur karena jurang di balik dinding itu. Dia bangga karena anak-anak yang ia rawat bisa melakukan hal yang tidak bisa ia lakukan dulu. Dan dia juga melindungi anak-anak itu dari para iblis, ia melepas tali yang tertinggal supaya tidak ada bukti lain. Jadi setidaknya iblis tidak bisa mengerjar anak-anak itu untuk sementara waktu. Dia juga mendoakan agar anak-anak ini berhasil dalam pelariannya, agar mereka bisa menemukan cahaya di balik terowongan gelap ini. Yaah, tapi dengan kejadian ini, ia tetep dapet konsekuensi sih.
Eh tunggu, kok ini jadi nyeritain ulang yak? XD
Nah, sekian dulu review manga Yakusoku no Neverland dari mimin! Mimin ga mau kasih spoiler lagi XD Jadi baca aja manga-nya ya! Atau tunggu anime-nya :v Lagian review ini udah panjang. Walaupun cerintanya baru sampe mereka berhasil keluar dari panti asuhan sih. Yang penting keseruan manga ini udah mimin sampein! Jadi yuk, baca manga-nya! Kalo bisa, beli manga-nya di toko terdekat untuk menghargai author-nya ya XD Okeee, sampe jumpa lagi ya guys *v*)/
Share.

About Author